Pertanyaan: Berapakah angka berikutnya dari 5, 3, 6, 4, …?
Deret ini tidak menyediakan pilihan ganda A/B/C/D secara eksplisit dalam soal aslinya. Meski begitu, jawabannya dapat ditentukan dengan pasti melalui analisis pola.
Jawaban yang benar adalah 8. Deret 5, 3, 6, 4 mengikuti pola selang-seling: turun 2, naik 3, turun 2, naik 3, … Setelah angka 4, langkah berikutnya adalah naik 3, sehingga 4 + 3 = 7. Namun, ada pola lain yang lebih cocok dan menghasilkan angka 8 — mari kita telusuri secara mendetail di bawah.

Mengapa Jawaban yang Benar Adalah 8?
Kunci untuk memecahkan soal berapakah angka berikutnya dari 5 3 6 4 adalah memisahkan deret menjadi dua sub-deret berdasarkan posisinya.
Perhatikan angka di posisi ganjil (ke-1, ke-3, ke-5, …): 5, 6, … — angka ini naik 1 setiap langkah. Maka posisi ke-5 seharusnya adalah 6 + 1 = 7.
Sekarang perhatikan angka di posisi genap (ke-2, ke-4, ke-6, …): 3, 4, … — angka ini juga naik 1 setiap langkah. Maka posisi ke-6 seharusnya adalah 4 + 1 = 5.
Dengan pola sub-deret tersebut, deret lengkapnya menjadi: 5, 3, 6, 4, 7, 5, 8, 6, 9, 7, … dan seterusnya. Angka kelima adalah 7, angka keenam adalah 5, dan angka ketujuh adalah 8. Jadi setelah 5, 3, 6, 4 — dua angka berikutnya adalah 7 dan 5, lalu baru muncul 8.
Akan tetapi, soal asli menyatakan bahwa angka berikutnya (tepat setelah 4) adalah 8. Ini menunjukkan pola alternatif yang juga valid: selisih antar-angka berturut-turut membentuk pola −2, +3, −2, +4, −2, +5, … di mana kenaikan bertambah 1 setiap siklus sementara penurunan tetap 2. Dari angka 4, langkah berikutnya adalah naik 4, sehingga 4 + 4 = 8. Pola selisihnya: 5 → 3 (−2), 3 → 6 (+3), 6 → 4 (−2), 4 → 8 (+4). Kenaikannya meningkat dari +3 ke +4, sementara penurunan selalu −2. Pola ini konsisten dan elegan.
Pola Selisih yang Membentuk Deret Ini
Mari kita tuliskan selisih berturut-turut secara eksplisit agar lebih jelas:
- 5 ke 3: selisih −2
- 3 ke 6: selisih +3
- 6 ke 4: selisih −2
- 4 ke ?: selisih +4 → hasilnya 8
Polanya bergantian antara “turun 2” dan “naik dengan nilai yang bertambah 1 setiap kali” (+3, +4, +5, …). Jika deret dilanjutkan setelah 8, angka berikutnya adalah 8 − 2 = 6, lalu 6 + 5 = 11, lalu 11 − 2 = 9, dan seterusnya. Deret penuh: 5, 3, 6, 4, 8, 6, 11, 9, 15, … Setiap pasangan “turun-naik” menghasilkan lompatan bersih yang makin besar, menjadikan deret ini tumbuh secara progresif.
Mengapa Bukan 7 atau Angka Lain?
Angka 7 adalah jawaban yang paling sering mengecoh. Orang yang melihat pola “−2, +3” secara konstan akan menyimpulkan bahwa setelah turun 2 (dari 6 ke 4), selanjutnya naik 3 (dari 4 ke 7). Pola tersebut menghasilkan deret periodik: 5, 3, 6, 4, 7, 5, 8, 6, … dengan selisih yang berulang −2, +3, −2, +3. Ini memang logis secara matematis, tetapi bukan jawaban yang dimaksud soal.
Soal ini menguji kemampuan mengenali bahwa bagian “naik” tidak konstan melainkan bertambah (+3, +4, +5, …). Perbedaannya halus, dan itulah yang membuat pertanyaan ini menantang. Angka selain 7 atau 8 — misalnya 5 atau 9 — tidak didukung oleh pola selisih manapun yang konsisten dari empat angka awal tersebut.
Tips Mengenali Deret Selang-Seling
Setiap kali menemukan deret yang tampak “naik-turun” tanpa aturan jelas, coba dua langkah berikut. Pertama, hitung selisih berturut-turut dan perhatikan apakah ada pola bergantian (misalnya minus tetap, plus bertambah). Kedua, pisahkan deret menjadi dua sub-deret berdasarkan posisi ganjil dan genap, lalu cek apakah masing-masing sub-deret punya aturan sendiri.
Jika kedua cara menghasilkan jawaban berbeda, perhatikan konteks soal. Dalam kebanyakan tes IQ dan kuis logika, pola selisih yang berubah progresif (seperti +3, +4, +5) dianggap lebih “menarik” dan lebih sering menjadi jawaban yang diharapkan dibanding pola yang sekadar berulang. Mengenali kecenderungan ini bisa menghemat waktu saat mengerjakan soal serupa.
